Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbesar di
Indonesia, yang merupakan salah satu pusat unggulan sains dan teknologi di Indonesia
. ITS terkenal dengan keunggulan di bidang teknologi perkapalan dan
robotika. Saat ini ITS sedang dalam proses untuk mendapatkan
international recognition sehingga mulai tahun akademik 2005/2006 ITS tidak hanya menerima lulusan SLTA Indonesia, tapi juga pelajar lulusan luar negeri.
Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektare dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m
2.
Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m
2
dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen
serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m
2.
Meskipun lahir tiga tahun sebelum tahun 1960, namun secara resmi ITS
menetapkan tanggal kelahirannya bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun
1960. Sedangkan Sepuluh November dengan
v adalah nama bulan
kesebelas dalam sistem penanggalan Masehi. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) tidak akan dijumpai kata
Nopember karena yang baku adalah
November.
Heroisme dan patriotisme rakyat Surabaya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan sudah terbukti. Peristiwa di kawasan
Jembatan Merah
Surabaya menjadi salah satu bukti ketidakgentaran para pejuang dalam
perlawanannya menghadapi tentara Sekutu. Sejarah mencatat bahwa pada
bulan September terjadi penyerangan terhadap markas Jepang oleh para
pejuang. Sementara itu, pasukan sekutu telah ada di Surabaya. Suasana
kota semakin panas sejak terjadinya Insiden Bendera atau Insiden
Tunjungan.
Pertempuran yang berkobar di dekat Jembatan Merah menewaskan Brigjen
A.W.S Mallaby. Inggris marah dan mendatangkan bantuan di bawah Mayor
E.C. Mansergh dan terus memberikan ultimatum kepada arek-arek Surabaya
untuk menyerahkan senjata pada tanggal 9 November sebelum pukul 18.00
WIB. Jika ultimatum tidak dipenuhi, Surabaya akan diserang pada tangggal
10 November dari darat, laut dan udara.
Bung Tomo, pimpinan BPRI membangkitkan semangat arek-arek Surabaya untuk melawan pasukan Inggris dan
NICA (
Nederlandsch
Indiƫ
Civil
Administratie).
Tidak ada PTN lain yang namanya menyandang hari yang sangat penting
dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu. Hari yang memiliki makna
ruang sekaligus waktu. Makna ruangnya adalah peristiwa terjadi di
Surabaya, sedangkan makna waktunya adalah peristiwa perlawanan arek -
arek Surabaya menghadapi tentara Inggris yang berusaha mengembalikan
kekuasaan kolonial Belanda di bumi pertiwi ini.
1961. Jurusan-jurusan kemudian berubah menjadi fakultas.
Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan
kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis
Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10
Nopember 1960.
1965. Berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) membuka dua fakultas baru,
yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.
Dengan demikian sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang
tersebar di beberapa tempat, yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang
Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor
pusat ITS.
Guna mengantisipasi perkembangn lebih lanjut , dan menyatukan
tempat-tempat kuliah yang terpisah tersebut, maka para tokoh YPTT,
bersama dengan
Bupati Surabaya pada saat itu
Raden Soekarso (1958-1968) mencari lokasi baru untuk pembangunan Kampus ITS di daerah Sukolilo - Keputih Surabaya dengan luas lahan 172 ha.
1972. Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl.Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar.
1973. Penyusunan rencana induk pengembangan jangka panjang (20
tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana Induk
Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang
kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk
pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.
1975. Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl.
Cokroaminoto 12A Surabaya. Kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama.
1977. Dana dari
ADB
tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi
empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981 pembangunan gedung di
kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus Sukolilo
tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27
Maret 1982.